Menurut Hidayatno (2008) Rekayasa Sistem adalah kumpulan konsep, pendekatan dan metodologi, serta alat-alat bantu (tools) untuk merancang dan menginstalasi sebuah kompleks sistem. Dengan berdasarkan pada pengertian Rekayasa sistem, maka dapat dimaksudkan bahwa Metode Rekayasa Sistem Jaringan Komputer adalah kumpulan konsep, pendekatan dan metodologi, serta alat-alat bantu (tools) untuk merancang dan menginstalasi sebuah sistem jaringan komputer yang kompleks. Dalam pelaksanaannya Metode Rekayasa Sistem Jaringan Komputer melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
1.Requirements Gathering, yaitu tahap pengumpulan informasi yang dibutuhkan untuk rekayasa sistem dan melakukan analisa kebutuhan. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya :
Studi Literatur.
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan perekayasaan sistem jaringan komputer metode lainnya.
Site Survey
Kegiatan dalam Site Survey mencakup observasi dan wawancara secara langsung ke lokasi dimana kita akan melaksanakan perancangan jaringan komputer. Hal ini bertujuan untuk memperoleh data yang paling akurat tentang kondisi yang ada saat ini. Dalam proses Site Survey, dilakukan pendokumentasian hal-hal penting yang berkaitan dengan proses analisa sistem, seperti: jumlah pengguna, aplikasi yang dibutuhkan nantinya, pengguna dan peralatan yang dibagi pakai, kebutuhan bandwidth, tingkat keamanan jaringan, seberapa penting jaringan dibutuhkan, koneksi wireless.
Dalam Site Survey ini juga akan didokumentasikan pula tentang topologi jaringan yang sudah ada di tempat yang menjadi objek kita tersebut, baik topologi fisik maupun logis. Informasi yang perlu dicatat dalam pendokumentasian topologi fisik yaitu:
1.Lokasi fisik dari peralatan seperti router, switch, dan host;
2.Bagaimana peralatan tersebut saling terkoneksi
3.Jalur dan panjang kabel / media transmisi lainnya;
4.Konfigurasi hardware seperti host dan server.
Informasi yang perlu dicatat dalam pendokumentasian topologi logis yaitu :
5.Letak dan ukuran dari broadcast dan collision domain;
6.Skema untuk IP (Internet Protocol) addressing;
7.Skema penamaan;
8.Konfigurasi sharing;
9.Permission (Hak akses).
2.Selection and Design, yaitu memilah dan memilih perangkat yang akan digunakan untuk rekayasa sistem setelah dilakukan analisa. Dalam tahap ini juga dilakukan pendesainan sistem jaringan dengan membuat prototype. Langkah-langkah yang dijalankan diantaranya :
Pemilihan perangkat – perangkat yang akan digunakan dalam jaringan tersebut;
Pembuatan desain jaringan yang lebih mutakhir meliputi topologi fisik dan topologi logis;
Mengidentifikasi kelemahan desain sejak dini;
Pembuatan dan pengujian prototype, menggunakan Packet Tracert untuk pembuatan prototype topologi fisik dan topologi logis, menggunakan Virtual Box untuk pembuatan prototype file server.
2.Implementation, yaitu menerapkan prototype ke dalam lingkungan proyek. Jika ada hal-hal yang terlupa pada tahap sebelumnya, maka harus dikoreksi pada tahap ini. Dalam tahap ini prototype yang dibuat diterapkan pada lingkungan proyek jaringan. Pada tahap ini juga akan dilakukan pengujian terhadap kinerja jaringan komputer dan file server, baik oleh perancang maupun pengguna nantinya.
3.Operation, yaitu tahap dimana jaringan komputer yang direkayasa telah siap digunakan untuk lingkungan kerja setempat. Hendaknya sebelum memasuki tahapan ini, jaringan komputer yang direkayasa diujicobakan terlebih dahulu.
4.Review and Evaluation, yaitu tahap dimana dilakukan proses peninjauan dan evaluasi setelah jaringan komputer dioperasikan. Dalam tahap ini dilakukan perbandingan antara kinerja jaringan sebelum dan sesudah dilakukan rekayasa. Bandingkan apakah tujuan yang diinginkan pengguna sudah sesuai dengan proyek rekayasa yang dibuat.
TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Secara umum tujuan RPL tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Mari kita perhatikan Gambar 1.2. berikut ini.

Dari Gambar 1.2 dapat diartikan bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat. Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah :
1.Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah.
2.Menghasilkan perangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu.
3.Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform.
4.Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah.
PERKEMBANGAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Meskipun baru dicetuskan pada tahun 1968, namun RPL telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Gambar 1.8 menyajikan intisari perkembangan RPL. Dari sisi disiplin ilmu, RPL masih relatif muda dan akan terus berkembang. Arah perkembangan yang saat ini sedang dikembangkan antara lain meliputi :
Agile Software Development, Experimental Software Development, Model-Driven Software Development dan Software Product Lines
Tidak ada komentar:
Posting Komentar